Winnie The Pooh Glitter
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas Softskill 3

            
   MENGHADAPI PERSAINGAN PRODUK INDONESIA DENGAN PRODUK LUAR NEGERI
              
              Indonesia adalah negara yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya dan kualitasnya tentu tidak kalah dengan produk luar. Selain itu, produk-produk pokok yang diproduksi di Indonesia juga memiliki kualitas yang baik, tetapi pada kenyataannya produk-produk Indonesia kurang diminati oleh masyarakat di Indonesia sendiri. Hal itu tentu mempengaruhi perekonomian masyarakat di Indonesia.
Saat ini keadaan pasar Indonesia di penuhi oleh barang-barang import dari luar negeri. Mulai dari barang-barang kecil untuk kebutuhan sehari-hari hingga barang-barang besar. Masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih menyukai produk import dari pada produk Indonesia sendiri. Mereka beranggapan bahwa kualitas produk import lebih baik dari pada kualitas dari produk dalam negeri. Oleh karena itu, apabila perdagangan bebas di terapkan di Indonesia, maka Indonesia akan mengalami dampak yang negatif.
             Sepertinya negara kita ini belum siap untuk menerapkan sistem perdagangan bebas, selain karena Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang masih lemah, minat terhadap produk dalam negeri dari masyarakat Indonesia masih kurang, serta keadaan infrastruktur di Indonesia yang kurang memadai juga belum mendukung untuk menghadapi perdagangan bebas. Hal ini tentu menyebabkan produk Indonesia tidak mampu bersaing dengan produk import dari luar negeri. Sehingga lambat laun industri-industri kecil yang tidak siap menghadapi persaingan global perlahan-lahan akan mati, kemudian menyebabkan bertambahnya angka pengangguran.
              Pengawasan mutu juga perlu dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri. Artinya produk dari luar yang tidak sesuai dengan standar mutu Indonesia yang telah ditetapkan, dilarang masuk ke pasar domestik. Tentu hal ini dapat mencegah produk-produk yang tidak berkualitas masuk ke Indonesia.
              Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur yang ada di Indonesia dan meningkatkan kualitas dari sumber daya manusianya (SDM) agar dapat mendukung industri dalam negeri dalam menghadapi persaingan pasar bebas. Meningkatkan mutu pendidikan serta penjaminan terhadap biaya pendidikan yang murah tentu hal itu dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia.
Dan untuk masyarakat mulailah dengan mencintai produk-produk dalam negeri. Biasakan membeli barang hasil produksi milik negeri sendiri, hal itu tentu dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga produksi lokal dapat meningkat dan produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk luar negeri. Dengan memilih produk lokal, dapat membantu memajukan industri dalam negeri, yang secara tidak langsung ikut mensejahterahkan masyarakat. Dan Indonesia akan mampu bersaing di pasar domestik maupun di pasar global, sehingga Indonesia dapat diakui dimata dunia. Dan dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran terhadap rakyat Indonesia.

Sumber :
https://id-id.facebook.com/PrabowoSubianto/posts/10151837931801179

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Softskill 2

 Convenience Store 
          Convenience Store yang dapat disebut juga dengan Toko kelontong atau Mini Market adalah suatu toko kecil yang umumnya mudah diakses umum atau bersifat lokal. Toko semacam ini umumnya berlokasi di jalan yang ramai, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), atau stasiun kereta api. Toko kelontong sering ditemukan di lokasi perumahan padat di perkotaan. Kebanyakan toko kelontong masih bersifat tradisional dan konvensional, dimana pembeli tidak bisa mengambil barangnya sendiri, karena rak toko yang belum modern dan menjadi pembatas antara penjual dan pembeli.
           Contoh toko kelontong modern yang banyak ditemukan di Indonesia antara lain:
  • Circle K
  • Alfamart
  • 7-Eleven
  • Lawson


Disini saya akan menjelaskan salah satu Convenience Store yang ada di Indonesia, yaitu Alfamart.



      Saat ini Alfamart merupakan salah satu yang terdepan dalam usaha ritel, dengan melayani lebih dari 2,1 juta pelanggan setiap harinya di hampir 6.000 gerai yang tersebar di Indonesia. Alfamart menyediakan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tempat belanja yang nyaman, serta lokasi yang mudah dijangkau. Didukung lebih dari 60.000 karyawan menjadikan Alfamart sebagai salah satu pembuka lapangan kerja terbesar di Indonesia.
       Alfamart sering sekali mengadakan promo-promo, seperti:

  • Promo JSM (Jum'at, Sabtu, Minggu)
  • Promo member (mendapatkan potongan harga), dll.

     Katalog promo yang disediakan Alfamart ini hadiahnya sangat menarik untuk para anak-anak, karena hadiah yang diberika berupa gantungan kunci yang berbentuk Disney cartoons. Alfamart juga mengadakan acara Kids Shopping Experience, suatu kegiatan untuk anak-anak sekolah yang dilakukan oleh alfamart yang bertujuan memberikan pengetahuan bagaimana cara berbelanja dengan bijak bukan konsumtif. Di sana juga tersedia pembayaan seperti, pembayaran Listrik, Air, Telpon, FIF, pembelian pulsa dan tagihan-tagihan lainnya. Sehingga dapat mempermudah masyarakat.
Referensi:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Softskill 1

ANALISIS JURNAL

  
Judul      : Upaya Memahami Alasan Dibalik Pengugkapan CSR (Corporate Social Responsibility) Dibidang Pendidikan
Jurnal Akuntansi dan Auditing
Universitas Airlangga Vol.8 No.2 Mei 2010
Oleh       : Dea Cendani Naraduhita dan Tjiptohadi Sawarjuwono
E-mail    : cendani.dea@gmail.com & tjiptohadi@feb.unair.ac.id
        CSR (Corporate Soial Responsibility) adalah komitmen perusahaan untuk memasukkan aspek sosial dan lingkungan ke dalam setiap operasi. Dengan demikian, tanggung jawab perusahaan tidak lagi terbatas pada tanggung jawab keuangan perusahaan terhadap pemegang saham, tetapi lebih luas lagi kepada para pemangku kepentingan secara keseluruhan. Konsep utama CSR adalah pembangunan berkelanjutan, yang berarti kegiatan yang dilakukan lebih dari peristiwa hanya filantropi atau amal. Karena peraturan dibuat mengenai kegiatan yang berhubungan dengan CSR, yaitu pada tahun bertindak No.40 2007 tentang Perseroan Terbatas, CSR kini telah menjadi hukum kewajiban bagi perusahaan di Indonesia. Oleh karena itu, sekarang banyak perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut. Namun demikian, dalam akuntansi belum ada aturan yang jelas mengenai pelaporan kegiatan CSR. IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) sendiri, dalam PSAK No.1, secara implisit menyampaikan bahwa perusahaan juga dapat memberikan laporan tambahan mengenai hal-hal yang bernilai tambah dalam laporan keuangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan berbagai kegiatan CSR yang dilakukan dalam pendidikan oleh beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Metode yang mereka gunakan adalah metode Studi Perpustakaan (Library Research). Oleh karena itu, objek penelitian meliputi Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan (jika ada), dan artikel lain yang terkait dengan yang dapat diperoleh secara online atau melalui sumber-sumber lain. Sepuluh perusahaan telah digunakan sebagai laporan penelitian sampel atau mencakup unsur CSR ke dalam Laporan Tahunan perusahaan, meskipun pelaporan sebenarnya pada hal-hal seperti CSR masih sangat sukarela. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setiap perusahaan memiliki berbagai program unggulan yang terkait dengan kegiatan CSR mereka untuk mengajukan pendidikan.
   Menurut The World Bank Instituti, salah satu komponen utama CSR adalah pengembangan kepemimpinan dan pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu kunci pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan yang berpihak kepada kelompok miskin, maka dunia bisnis sudah semestinya menerikan kontribusi dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas. Pelaksanaan CSR di Indonesia sendiri diatur dalam UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Walaupun masih bersifat sukarela, namun telah banyak perusahaan yang melaporkan kegiatan CSR ini baik dalam Laporan Tahunan maupun Laporan Keberlanjutan.
        Dari sepuluh perusahaan seperti:

1. PT Bank Mandiri
2. PT Bank Negara Indonesia
3. PT Bank Rakyat Indonesi
4. PT Adaro Energy
5. PT Tambang Batu Bara Bukit Asam
6. PT HM sampoerna
7. PT Bentoel Internasional Investama
8. PT Semen Gresik (Persero)
9. PT Telekomunikasi Indonesia
10. PT Unilever Indonesia


       Semunya telah menyertakan laporan mengenai kegiatan CSR dalam Laporan Tahunan perusahaan. Namun, untuk Laporan Keberlanjutan, baru diperoleh Tiga perusahaan yang membuat laporan tersebut, yaitu, PT Tambang Batu Bara Asam, PT Telekomunikasi Indonesia, dan PT Uniliver Indonesia.
         Dengan adanya CSR pendidikan, sebagian perusahaan mengambil langkah dengan mendirikan Sekolah bagi mereka. Selain dapat meberikan manfaat bagi masyarakat, dapat pula tercipta hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat mempermudah proses bisnis perusahaan dengan lancar. Alasan manajemen perusahaan memfokuskan program CSR-nya kedunia Pendidikan dikarenakan fakta bahwa sarana dan prasarana pendidikan masih memprihatinkan, dan kesadaran tentang keperluan SDM handal yang lahir dari pendidikan yang memadai (Mulyandari dkk, 2010). Namun, tidak menutup kemungkinan adanya perusahaan yang benar-benar meyadari arti dari CSR yang sesungguhnya. Maka dengan demikian perusahaan akan secara sukarela menerapkan hal tersebut diperuhaan mereka, tanpa adanya tujuan tertentu demi kepentingan perusahaan semata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS