Winnie The Pooh Glitter
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas 8


KLASIFIKASI INDUSTRI
·         Industri à Industria (Bahasa Latin) = kerajinan
·      Secara Umum; yaitu segala aktivitas manusia dalam bidang ekonomi yang menghasilkan barang dan atau jasa
·    Secara Khusus; Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, teremasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. (UU No.5 tahun 1984)
Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya dengan memperhatikan keseimbangan dan keselarasan lingkungan:
─       Membuka kesempatan kerja
─       Memberi kesempatan kerja
─       Menambah lapangan pekerjaan
─       Meningkatkan Pendapatan pekerja
─       Memproduksi barang kebutuhan
─       Menghemat devisa
─       Menunjang pembangunan daerah
─       Memanfaatkan sumber daya alam
─       Memanfaatkan sumber daya manusia

Klasifikasi Industri berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
1.        Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi.
            Contoh : industri kertas, semen, pupuk, selulosa dan karet.
2.        Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau jadi.
            Contoh : industri elektronika, mesin, pesawat terbang, perkakas, alat berat.
3.        Kelompok industri kecil, yaitu industri dengan modal kecil atau peralatan yang masih sederhana.
            Contoh : industri rumah tangga.
4.        Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen.
            Contoh : industri pangan, tekstil, kimia dasar, aneka industri bahan bangunan

Klasifikasi Industri berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja
1.      Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang.
            Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarga. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/tahu, dan industri makanan ringan. 
2.       Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang,
             Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan. 
3.       Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang.
Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik. 
4.       Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang.
            Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.
No
Klasifikasi Industri
Jumlah Tenaga Kerja
1
Industri Besar
≥ 100
2
Industri Sedang
20 – 99
3
Industri Kecil
5 – 19
4
Industri    Rumah Tangga
1        - 4

Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku
1.        Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan. 
2.        Industri non-ekstraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain. 
3.        Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.

Untuk meningkatkan daya saing pada sektor industri di Indonesia sebagai berikut:
(1) Mengembangkan berbasis agro industri sebagai sektor ekonomi utama
(2) Meningkatkan produktivitas
(3)Memperkuat daya saing dalam negeri
(4) Meningkatkan pemasaran berbasis daya saing, dan
(5) Mengembangkan teknologi berbasis ekonomi
Adapun, Indonesia harus mengambil langkah aktif dan preventif dalam meningkatkan pertumbuhan industri lokal serta menciptakan inovasi-inovasi produk secara efisien agar memiliki daya saing yang lebih unggul dibandingkan produk China dan negara-negara lainnya. Beberapa langkah yang mungkin diambil adalah perbaikan sistem birokrasi, efisiensi dan percepatan layanan transportasi, pembangunan infrastruktur, supplai bahan baku dengan harga murah, serta penyediaan balai latihan kerja untuk meningkatkan kualitas SDM industri lokal.
Sektor Industri sekunder, adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan sebagainya. Sektor industry sekunder sangat cocok di Indonesia karena Indonesia mempunya bahan bahan mentah yang dapat diolah menjadi barang jadi yang dapat dijual dengan harga tinggi dan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia 

Sumber:
http://kartikarachmawati1.blogspot.com/2013/12/klasifikasi-industri.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 6


Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi.
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi adalah Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.

Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi dengan Kesejahteraan Masyarakat adalah apabila pertumbuhan ekonomi baik maka tingkat pendapatan masyarakat juga akan meningkat, selain itu dari peningkatan pendapatan yang terjadi masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya lebih baik hal ini menunjukan bahwa kesejahteraan dalam bentuk pendapatan masyarakat mulai meningkat, apabila pendapatan masyarakat meningkat dan pengangguran berkurang otomatis tindak kriminal akan berkurang dan semakin membaik, aksi deminstrasi akiibat ke tidak puasan akan kebijakan yang ada pun akan menurun apabila mereka menikmati hasil yang mereka kerjakan bisa sebanding dengan penghasilan yang mereka terima.
kesejahteraan penduduk juga merupakan sasaran utama pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Upaya ini juga dilakukan karena jumlah penduduk dianggap sebagai sumber daya manusia yang potensial untuk memajukan perekonomian Negara.

Permasalahan utama di negara berkembang adalah pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikendalikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang pentingnya membatasi jumlah anak dalam keluarga. Jika pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peingkatan kualitas penduduknya, maka hal ini dapat membuat rendahnya tingkat Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI). Oleh karena itu maka diperlukan pengembangan sistem pendidikan yang lebih intens untuk memperkecil resiko ledakan penduduk ini.

SIFAT-SIFAT PERTUMBUHAN EKONOMI

1.     Suatu proses
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya bahwa pembangunan ekonomi itu berkangsung secara terus menerus, bukan merupakan kegiatan yang sifatnya sementara atau insidental.

2.     Usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, jika terjadi kenaikan dalam pendapatan perkapita. Karena kenaikan pendapatan per kapita tersebut merupakan cermin terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.

3.     Kenaikan pendapatan perkapita berlangsung dalam jangka panjang
Pendapatan per kapita, secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi, bukan berarti bahwa pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terus menerus, pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.

4.     Kenaikan pendapatan perkapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi dan atau kelembagaan
Suatu negara dikatakan terjadi pembangunan ekonomi, bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita yang diikuti pula dengan terjadinya perubahan teknologi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI 

1.      Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2.      Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3.     Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4.      Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5.     Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


SUMBER:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS