Kata
globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris
globalization. Kata globalization sendiri sebenarnya berasal dari kata global
yang berarti universal yang mendapat imbuhan -lization yang bisa dimaknai
sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai
proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup
maupun teknologi secara mendunia.
Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana bata-batas suatu negara
menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa
pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain.
Globalisasi juga bisa dimaknai sebagai proses dimana pengalaman kehidupan
sehari-hari, ide-ide dan informasi menjadi standar di seluruh dunia. Proses
tersebut diakibatkan oleh semakin canggihnya teknologi komunikasi dan
transportasi serta kegiatan ekonomi yang merambah pasar dunia.
Seperti dua mata koin yang berbeda, globalisasi menawarakan keuntungan yang
sangat besar dalam kemajuan perekonomian suatu negara tapi disisi lain ada juga
damapak negatif yang ditimbulkan seperti lunturnya budaya luhur karena seruban
budaya baru dari luar.
Globalisasi tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak
dapat melepaskan diri dari globalisasi. Siap atau tidak siap kita harus tetap
berhadapan dengan globalisasi. Namun, arus globalisasi tidak selamanya
berdampak positif tapi juga bisa berdampak negatif pada diri kita. Oleh karena
itu, kita harus mempunyai penyaring supaya kita bisa menghadapi globalisasi dan
kita tidak terlindas oleh jaman.
Koperasi di Era Globalisasi
Dalam
menghadapi era globalisasi ekonomi, para pelaku usaha khususnya koperasi dan
UMKM harus bersikap reaktif dan atisipatif dalam menghadapi globalisasi
ekonomi, bukannya mengeluh dan mengatakan bahwa kita belum siap menghadapi
globalisasi tanpa adanya usaha dan kerja keras. Karena mengeluh bukan merupakan
jalan keluar dari suatu ancaman globalisasi.
Keberadaan beberapa koperasi telah dirasakan peran dan manfaatnya bagi
masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnya berbeda. Setidaknya terdapat
tiga tingkat bentuk eksistensi koperasi bagi masyarakat (PSP-IPB, 1999) :
Berikut ini adalah ringkas langkah koperasi untuk menghadapi era-globalisasi
1. Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi
kebutuhan kolektif anggotanya dan memenuhi kebutuhan tersebut. Proses untuk
menemukan kebutuhan kolektif anggota sifatnya kondisional dan lokal spesifik.
Dengan mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan
kebutuhan kolektif setiap koperasi berbeda-beda.
2. Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya
sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang
dibebankan oleh lembaga non-koperasi.
3. Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping
kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur
serta transparan.
4. Membagi koperasi menurut beberapa sektor : koperasi produsen atau koperasi
yang bergerak di bidang produksi, koperasi konsumen atau koperasi konsumsi, dan
koperasi kredit dan jasa keuangan.
5. Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi, pengertian koperasi,
nilai-nilai koperasi dan prinsip-prinsip gerakan koperasi harus dijadikan point
penting karena hal itu yang mendasari segala aktifitas koperasi. Aparatur
pemerintah terutama departemen yang membidangi masalah koperasi perlu pula
untuk memahami secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian.
6. Kegiatan koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.
7. Koperasi produksi harus merubah strategi kegiatannya dengan mereorganisasi
kembali supaya kompatibel dengan tantangan yang dihadapi.
Harapan dan Kecemasan akan Globalisasi
Globalisasi
menggambarkan sebuah proses percepatan interaksi yang luas dalam bidang
politik, teknologi, ekonomi, social dan budaya. Dilihat dari kacamata ekonomi,
esensi globalisasi pada dasarnya adalah peningkatan interaksi dan integriitas
di dalam perekonomian baik di dalam maupun antar Negara yang meliputi
aspek-aspek perdagangan, investasi, perpindahan factor-faktor produksi dalam
bentuk migrasi tenaga kerja dan penanaman modal asing, keuangan dan perbankan
internasional serta arus devisa (Mahmud Toha, 2002).
Peluang dan Tantangan Koperasi Dalam Era
Globalisasi
Usaha kecil,
Menengah, dan Koperasi (UKMK) yang biasanya dianggap tidak penting dan
disepelekan justru sebagaian besar dapat eksis dalam menghadapi badai krisis.
Sebagai contohnya banyak peluang pasar yang semula tertutup sekarang menjadi
terbuka. Contohnya, akibat mahalnya harga obat yang sebagaian besar masih harus
diimpor, produsen jamu yang membentuk koperasi mendapatkan kesempatan untuk memperluas
jangkauan pasarnya. Seandainya globalisasi benar-benar terwujud sesuai dengan
terjadinya pasar bebas dan persaingan bebas, maka bukan berarti tamatlah
riwayatnya koperasi justru peluang koperasi untuk tetap berperan dalam
perekonomian nasional dan internasional terbuka lebar asal koperasi dapat
berbenah diri menjadi salah satu pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif
dibandingkan pelaku ekonomi lainnya
Langkah-langkah Antisipasi Koperasi
Dalam Globalisasi
Sektor-sektor
usaha kecil di Indonesia perlu diberi kesempatan untuk berperan lebih banyak
dalam bidang ekonomi di Indonesia. Keistemewaan koperasi tidak dikenal adanya
majikan dan buruh serta tidak ada istilah pemegang saham mayoritas. Semua
anggota berposisi sama dengan hak suara sama. Oleh karena itu, apabila
aktivitas produksi yang dilakukan koperasi ternyata dapat member laba
financial, semua pihak akan turut menikmati laba tersebut. Untuk mengembangkan
koperasi masih banyak hal yang perlu dibenahi baik di sisi ubternal maupun
eksternal. Di sisi internal dalam tubuh koperasi masih banyak hal-hal yang
merugikan. Misalnya yang paling berbahaya adalah penyalahgunaan koperasi
sebagai wahana social politik. Parahnya lagi para pengurus koperasi kadangkala
merangkap jabatan biropkratis , politis atau jabatan kemasyarakatan sehingga
terjadi konflik peran. Konflik yang berlatarbelakang nonkoperasi dapat terbawa
ke dalam koperasi sehingga mempengaruhi citra koperasi. Dari sisi eksternal,
terdapat semacam ambiguitas pemerintah dalam konteks pengembangan koperasi
karena sumber daya dan budidaya lebih dialokasikan untuk mengurangi
konflik-konflik social politik, maka agenda ekonomi konkret tidak dapat
diwujudkan. Koperasi jadi impoten, dimana fungsi sebagai wahana mobilisasi
tidak dan perjuanganperekonomian rakyat kecil tidak berjalan.
A. KEKUATAN
Pertahanan
ekonomi Indonesia memang layak mendapat pujian, karena pertumbuhan relatif
stabil meski kondisi perekonomian global melesu. ketahanan fiskal di Indonesia
yang kuat saat ini membuat stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah krisis
global yang menghantam negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia berpotensi sebagai negara
pemimpin dunia. Selain itu, kuatnya fundamental ekonomi tersebut didukung dengan besarnya
konsumsi domestik. Kondisi itu dapat menjadi pemikat negara-negara lain untuk
terus berinvestasi di Indonesia. "Ini semua membuat Indonesia mempunyai kesempatan untuk terus berkembang,
bahkan menjadi salah satu pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi dunia, Derasnya investasi asing yang menyerbu ASEAN akan dapat dimanfaatkan Indonesia
sebagai negara paling besar di kawasan itu. Indonesia memiliki berbagai sektor
unggulan yang masih bisa dikembangkan di hilir ataupun hulu, seperti otomotif,
perbankan, telekomunikasi, semen, ritel, jalan tol, perkebunan, kawasan
industri, dan properti. Lagipula, Indonesia telah pulih dari krisis ekonomi
1998. Fundamental ekonomi dan politik saat ini telah kuat dan berada di jalur
untuk menjadi negara maju. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia
berpotensi sebagai negara pemimpin dunia. Terutama, tentang satu hal, karena
stabilitas ekonomi dan politik yang baik.
B. KELEMAHAN
Kamar Dagang
dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan perekonomian Indonesia ke depan
sebenarnya sangat menjanjikan bagi investor baik domestik maupun asing. Namun
Kadin melihat masih ada kelemahan perekonomian yang perlu dibenahi.Wakil Ketua
Umum Kadin Indonesia mengatakan, perekonomian Indonesia yang menjanjikan
tersebut dibuktikan dengan investasi yang masuk, tingkat konsumsi masyarakat
yang berkembang dan dunia usaha yang bergairah."Tapi masih ada beberapa
kelemahan struktur ekonomi Indonesia yang perlu dibenahi kini," kata
Anindya di Menara Kadin Jakarta, Rabu (6/3/2013).
kelemahan ekonomi Indonesia itu di defisit neraca perdagangan. Saat ini akibat
impor yang lebih besar dari ekspor maka hal tersebut membuat neraca perdagangan
Indonesia makin defisit. Apalagi impor yang terbesar dari minyak dan gas (migas).
Di sisi lain, menyoroti subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat yang
sebenarnya malah tidak tepat sasaran. Saat ini subsidi anggaran BBM malah
dinikmati oleh orang kaya.
"Imbasnya, defisit dan tekanan impor migas yang tinggi itu menyebabkan
pelemahan nilai tukar rupiah," tambahnya.Imbasnya lagi, anggaran yang
sebenarnya untuk infrastruktur malah terabaikan. Dalam beberapa bulan terakhir
ini tidak ada perbaikan kebijakan pemerintah sehingga permasalahan yang menjadi
pekerjaan rumah pemerintah tidak bisa diselesaikan."Akibat struktur fiskal
yang lemah seperti ini dan telah mengalami defisit, maka pengeluaran untuk
kebutuhan infrastruktur menjadi tidak maksimal," tambahnya.Padahal
investor asing saat berniat berinvestasi di Indonesia tentu akan melihat
birokrasi hingga sisi infrastrukturnya. Jika tidak bagus, maka investor asing
tersebut akan hengkang dari Indonesia.
C. KESEMPATAN
Seperti telah diramalkan secara luas, dewasa ini Indonesia memiliki kemampuan
potensial untuk meraih tempat dari posisi ke-17 ke tempat ke-7 di dunia.
Demikian pula Indonesia akan mengambil peranan penting pula dalam transformasi
dunia. Berkenaan dengan itu, Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapi
tantangan yang berat dan peluang yang indah. Koeberle menuturkan, Indonesia
bisa meningkatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan membuat kebijakan yang
tepat. Arus urbanisasi yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
kesejahteraan dan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja yang
berkualitas.
Artinya, dia menjelaskan, pemerintah harus membuka lapangan kerja sebanyak
mungkin untuk memberdayakan jumlah angkatan kerja yang makin hari kian
meningkat jangan makin hari kian berkurang dan jumbalah pengangguan di
Indonesia semakin meningkat.
D. ANCAMAN
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyebutkan bahwa terdapat tiga
ancaman yang berpotensi mengganggu perekonomian nasional yaitu inflasi,
peningkatan harga pangan, dan kenaikan harga minyak.
sSaya tidak melihat bahwa ada sesuatu yang mengakibatkan perekonomian kita akan
mengalami overheating, namun kita harus mewaspadai ancaman dari tiga hal.
"Sebetulnya tidak. Pertumbuhan kita 6,1 persen kemarin (2010), sekarang
(2011) kita set 6,4 persen, dan mungkin outlooknya menjadi 6,6 persen. Itu
masih dalam kisaran normal.
Mengenai kemungkinan inflasi yang meningkat,Kondisi itu juga terjadi di
negara-negara lain, seperti yang dilaporkan oleh Bank Dunia dan Dana Moneter
Internasional (IMF).
Dikatakan oleh IMF dan Bank Dunia itu menjadi satu kewaspadaan kita. Inflasi
harus kita waspadai terus menerus.
Ia mengemukakan, ancaman lain yang juga diwaspadai adalah kecenderungan
meningkatnya harga pangan di pasar internasional akibat perubahan iklim, yang
juga akan berdampak kepada Indonesia.
Terkait harga minyak yang meningkat sejak Desember 2010 hingga Maret 2011,
rata-rata harga minyak mentah Indonesia sudah mencapai 102 dolar Amerika
Serikat (AS) per barel, padahal asumsi dalam APBN 2011 hanya 80 dolar AS per
barel.
"Kita harus mewaspadai juga perkembangan harga minyak, di satu sisi kita
kurang begitu beruntung karena tidak bisa memanfaatkan harga yang tinggi karena
lifting/produksi kita pun nampaknya tidak akan tercapai.
Pemerintah pesimistis target produksi minyak tahun 2011 mencapai 970.000 barel
per hari akan tercapai. Pemerintah harus lebih realistis terhadap target itu
karena selama 10 tahun terakhir, target lifting minyak tidak pernah tercapai.
Sementara itu, untuk tahun 2012 pemerintah memperkirakan lifting minyak bisa
mencapai kisaran 960 ribu hingga 970 ribu barel per hari. Pemerintah juga
melakukan kajian bahwa kemungkinan harga minyak pada tahun 2012 akan mencapai
sekitar 90 hingga 95 dolar AS per barel.
Produksi minyak Indonesia pada 2012 diharapkan mulai meningkat dan diharapkan
pada 2013 sudah mendekati satu juta barel per hari.
Kita beruntung karena kita mendapat cadangan-cadangan baru dan produksi gas
kita terus meningkat.