1. Kesepadanan
-
Kesepadanan dalam kalimat efektif bisa
dilihat dari keseimbangan atau kesamaan antar struktur bahasa yang digunakan
dan gagasan yang ingin disampaikan.
-
Memiliki unsur subjek, predikat, objek,
dan keterangan yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh
:
a. Ratna
adalah anak yang pemalas dan Retno
adalah anak yang rajin. (Tidak Efektif)
b. Ratna
adalah anak yang pemalas sedangkan
Retno adalah anak yang rajin. (Efektif)
2.
Kesejajaran
Kalimat
efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Dengan
kata lain, jika bentuk kata pertama adalah nomina, maka bentuk kedua, ketiga
dan keempat, dan seterusnya juga menggunakan nomina.
Contoh
:
a. Tugas
seorang murid adalah mempelajari, berkarya, dan prestasi. (Tdak Efektif)
b. Tugas
seorang murid adalah belajar, berkarya, dan berprestasi. (Efektif)
3.
Ketegasan
-
Efektivitas
suatu kalimat dapat diperoleh dengan cara memberikan penekanan pada unsure-unsur
yang di anggap penting. Agar menjadi efektif, kata yang dianggap penting lebih
ditonjolkan dari pada kata lainnya.
Contoh :
a.
Harapan mahar adalah agar tugas perkuliahannya dapat diseleaikan
secepatnya.(Tidak Efektif)
b.
Mahar berharap dapat menyelesaikan tugas
perkulihannya secepatnya. (Efektif)
-
Menggunakan
partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan
–kah.
Contoh :
a. Kami
turut dalam kegiatan itu. (Tidak Efektif)
b. Kami
pun turut dalam kegiatan itu. (Efektif)
4.
Kehematan
Kalimat
efektif yang menggunakan kata-kata efisien, tidak berlebihan, dan setiap kata
yang digunakan memiliki fungsi yang jelas.
Contoh
:
a. Para
pegawai bekerja dengan produktif karena mereka
harus memenuhi target. (Tidak Efektif)
b. Para
pegawai bekerja dengan produktif karena harus memenuhi target. (Efektif)
5.
Kecermatan
Kecermatan
penalaran pada kalimat efektif maksudnya adalah kalimat tersebut tidak
menimbulkan ambiguitas atau memiliki makna yang ganda. Ambiguitas sendiri
timbul akibat dari ketidaktepatan dalam hal pemilihan kata, ketidak jelasan
unsur kalimat, dan lain-lain.
Contoh
:
a. Para
siswa baru mengikuti kegitan porseni
di sekolah. (Tidak Efektif)
b. Para
siswa, baru saja mengikuti porseni
disekolah. (Efektif)
6.
Kepaduan
Kepaduan
adalah hubungan timbale balik yang jelas anar unsure-unsur pembentuk kalimat. Kepaduan
dalam kalimat efektif dapat kita lihat dari keseimbangan antar struktur bahasa
yang digunakan dan gagasan yang ingin di sampaikan.
Contoh
:
a. Penyayi
terkenal itu menceritakan tentang
pengalaman masa kecilnya. (Tidak Efektif)
b. Penyayi
terkenal itu sedang menceritakan pengalaman masa kecilnya. (Efektif)
7.
Kelogisan
Suatu
kalimat di anggap logis jikamengandung makna yang dapat diterima oleh akal
sehat. Dengan kata lain, kalimat tersebut memiliki makna yang sesuai dengan kaidah-kaidah
nalar secara umum.
Contoh
:
a. Paman
mengajar matematika dikelas kami.
(Tidak Efektif)
b. Paman
mengajarkan matematika dikelas kami.
(Efektif)







0 komentar:
Posting Komentar