Winnie The Pooh Glitter
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Wajah Perekonomian Indonesia saat ini

Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.

Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin.

Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.

1. Kekuatan
Indonesia berpotensi menjadi bagian dari sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2025, kata Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

"Peluang kita besar, dari studi McKinsey dan potensi-potensi yang ada menunjukkan bahwa Indonesia pada 2025 berpeluang jadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia," katanya dalam Rakornas DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia mengatakan, pendapatan per kapita Indonesia saat ini mencapai 3.800 dolar AS dan Indonesia menduduki peringkat 17 dalam daftar negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Pada tahun 2025 mendatang, Hatta memperkirakan, masyarakat kelas menengah Indonesia akan mencapai 135 juta jiwa dengan pendapatan per kapita tinggi dan tingkat konsumsi 1,8 triliun dolar AS.

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia punya modal sumber daya alam dan sumber daya manusia besar yang harus diolah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Kuncinya, berhentilah menjual bahan mentah," katanya.

2. Kelemahan
Direktur Jenderal (Dirjen) World Trade Organization (WTO) Pascal Lamy mengatakan, kelemahan sistem ekonomi di negara berkembang saat ini, tidak didukung oleh kebijakan politik yang baik (governmet policy). Hal itu, menurutnya, bisa dilihat dari usia pertama globalisasi yang berantakan karena tidak ada tanggapan politik yang efektif. "Jadi kelemahan mendasar dalam ekonomi hari ini ada di fundamental politik," katanya dalam Panglaykim Memorial Lecture 2011, di Jakarta, Selasa (14/6/2011). Indonesia, kata Pascal, lebih beruntung dibandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia bahkan diakui bisa mengatasi dampak krisis, tidak terpengaruh krisis global dan itu telah diakui oleh negara-negara di dunia. Namun kata dia, ketika dunia telah berkembang menjadi lebih terintegrasi, garis kebijakan pemerintah menjadi kabur dan membuat kebijakan menjadi lebih kompleks. Dikatakan Pascal, isu-isu ekonomi saat ini, dibayani oleh pergeseran pola perdagangan, tumbuhnya pusat-pusat produksi baru dan persaingan arus keuangan (volatile) dan nilai tukar, jika tidak didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat, akan membuat ekonomi stagnan. "Perdagangan hari ini, tidak mencerminkan realitas arus perdagangan," kata dia. Sedangkan untuk negara miskin kata Pascal, upaya untuk mengintegrasikan negara-negara miskin ke dalam ekonomi global harus fokus pada tantangan yang kompleks. Di antaranya peningkatan kapasitas nasional, membantu negara-negara miskin tersebut dengan modal agar bisa membantu diri mereka sendiri, bukan hanya memastikan bahwa mereka sesuai dengan aturan-aturan perdagangan atau keuangan. Sebuah tantangan yang lebih besar dibidang ekonomi, lanjut Pascal, bagaimana membuat legitimasi sistem global bisa berjalan lebih baik dan bisa mencerminkan harapan masyarakat


3. Kesempatan
Banyak negara diprediksi mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi lantaran terjadi krisis global. Meski demikian, Indonesia diperkirakan memiliki potensi yang baik untuk bangkit dan berkembang. Pasalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang bertumbuh signifikan. CEO MNC Group Hary Tanoesudibjo (HT) mengatakan, saat ini Indonesia sedang diuntungkan atas krisis global yang berdampak pada negara-negara maju. Hal ini merupakan kesempatan Indonesia untuk berkembang dan memanfaatkan situasi ini semaksimal mungkin.

"Ini adalah momentum yang tepat untuk bangkit, kita dalam posisi baik, mengingat banyak negara yang pertumbuhan ekonominya mulai turun di tahun ini karena dampak krisis global," ujar HT, saat Acara Indonesia Young Leaders Forum II 2013, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan adanya kesempatan ini, menjadi momentum Indonesia untuk bangkit dengan mengatasi permasalahan-permasalahan yang saat ini merupakan jadi penghambat, dalam meningkatkan nilai perekonomian di Indonesia.

"Dengan cara membenahi SDM kita. Kita harus sadar, bahwa anak bangsa banyak hal yang harus dibenahi, seperti membenahi anak-anak SMU yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan putus sekolah, lalu juga anak SMP yang tidak lanjut ke SMU," jelas dia.

Dia menilai, jika memang kita bisa membenahi ini semua maka SDM di Indonesia yang saat ini tersedia sangat banyak sekali bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin yaitu dengan tujuan agar bisa mendukung laju perekonomian Indonesia. "Kita sama sekali tidak kurang untuk SDM namun kita juga harus mengatasi permasalahan SDM yang saat ini ada di Indonesia," tambahnya. Selain membenahi SDM, dia berpendapat Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Indonesia harus dikelola dengan bijak. Menurutnya, dalam penggunaannya tidak maksimal dan lebih cenderung disia-siakan.

"SDA kita itu sangat luar biasa, kita bicara daerah kita, itu sangat luas tanahnya sangat subur dan baik untuk jangka panjang, paling tidak itu bisa kita eksplore jika memang dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin, kalau ini bisa dimaksimalkan itu menjadi nilai plus untuk pertumbuhan perekonomian kita," ucapnya.

Dia menekankan, dengan diadakannya acara Indonesian Young Leader Forum II 2013 yang diselenggarakan Hipmi, diharap bisa memperbaiki struktur permasalahan ekonomi yang ada di Indonesia, mulai dari SDM atau SDA sekalipun.


4. Ancaman
Pengamat ekonomi dari LIPI, Latif Adam, mengatakan setidaknya ada empat ancaman yang menghadang pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan yaitu politik, inflasi, krisis global, dan hubungan industrial.

"Tahun depan adalah tahun politik, yang akan mengurangi gerak menteri ekonomi yang berasal dari partai politik," katanya pada forum diskusi kelompok (FGD) tentang prediksi isu ekonomi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Rabu.

Ia mengkhawatirkan para menteri ekonomi yang berasal dari partai politik mulai tidak fokus dalam bekerja membangun perekonomian nasional, karena ada kepentingan politik di dalamnya.

"Kalau sampai kacau balau seperti itu, kita sulit mencapai pertumbuhan 6,5 persen tahun depan," ujarnya.

Latif juga mengkhawatirkan penurunan pertumbuhan ekonomi China yang berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data IMF, kata dia, bila pertumbuhan ekonomi China turun satu persen, akan berpengaruh pada penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,5 persen. Padahal dalam beberapa tahun terakhir China terus menurunkan pertumbuhan ekonominya, sehingga tahun ini diprediksi hanya 7-8 persen.

"Kondisi itu terjadi karena interaksi perdagangan Indonesia yang semakin besar dengan China, serta investasi China yang semakin banyak di Indonesia," kata Latif.

Ia juga menyoroti hubungan industrial yang memburuk, dengan banyaknya aksi demonstrasi buruh. Menurut Latif, pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan hubungan buruh-pengusaha, terkait masalah upah, tenaga alih daya.

"Harus ada terobosan, bila tidak akan menjadi kerikil pertumbuhan ekonomi tahun depan," ujarnya. 

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 6,5 sampai 6,8 persen tahun 2013. Ancaman lainnya, menurut Latif adalah kenaikan inflasi akibat depresiasi, gejolak pangan, kebijakan subsidi, dan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL). Ia memperkirakan Inflasi tahun 2013 berkisar pada angka 5,5 - 6,5 persen. Sementara itu, pengamat ekonomi lainnya, Aviliani mengatakan pada 2013 paling aman bagi pemerintah melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak terjadi lonjakan inflasi bila harga BBM bersubsidi dinaikkan.

"Bila pembatasan BBM diberlakukan, inflasi hanya akan naik satu persen," ujarnya. Selain itu, resiko politik dari pembatasan BBM bersubsidi lebih kecil, dibandingkan pemerintah memilih kenaikan harga BBM.

Diakuinya hal itu akan mendorong kenaikan defisit APBN pada 2013, karena kuota BBM bertambah sementara harga tetap. Untuk itu ia mengusulkan agar pemerintah mendorong pajak pendapatan, namun menghapus pajak untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar tetap terjadi peningkatan pendapatan masyarakat. Sedangkan pengamat ekonomi dari Atma Jaya A Prasetyantoko mengatakan pada 2013 relatif ekonomi Indonesia aman, karena likuiditas dari luar terutama Uni Eropa yang sedang menghadapi krisis dan Amerika Serikat yang ekonominya melambat, akan tetap masuk ke Indonesia.

"Likuiditas tersebut harus dikelola, karena bila tidak ada resikonya," ujar dia.

Menurut dia, di tengah krisis Eropa dan perlambatan ekonomi Amerika Serikat, Indonesia bisa mengambil kesempatan untuk melakukan peningkatan daya saing dan memantapkan struktur pengembangan industri agar bisa bersaing lebih kuat ketika ekonomi Eropa dan AS pulih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siapkah koperasi menghadapi era globalisasi saat ini ?

Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris globalization. Kata globalization sendiri sebenarnya berasal dari kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan -lization yang bisa dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia.

Globalisasi diartikan sebagai suatu proses dimana bata-batas suatu negara menjadi semakin sempit karena kemudahan interaksi antara negara baik berupa pertukaran informasi, perdagangan, teknologi, gaya hidup dan bentuk-bentuk interaksi yang lain.

Globalisasi juga bisa dimaknai sebagai proses dimana pengalaman kehidupan sehari-hari, ide-ide dan informasi menjadi standar di seluruh dunia. Proses tersebut diakibatkan oleh semakin canggihnya teknologi komunikasi dan transportasi serta kegiatan ekonomi yang merambah pasar dunia.
Seperti dua mata koin yang berbeda, globalisasi menawarakan keuntungan yang sangat besar dalam kemajuan perekonomian suatu negara tapi disisi lain ada juga damapak negatif yang ditimbulkan seperti lunturnya budaya luhur karena seruban budaya baru dari luar.

Globalisasi tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Siap atau tidak siap kita harus tetap berhadapan dengan globalisasi. Namun, arus globalisasi tidak selamanya berdampak positif tapi juga bisa berdampak negatif pada diri kita. Oleh karena itu, kita harus mempunyai penyaring supaya kita bisa menghadapi globalisasi dan kita tidak terlindas oleh jaman.


Koperasi di Era Globalisasi
Dalam menghadapi era globalisasi ekonomi, para pelaku usaha khususnya koperasi dan UMKM harus bersikap reaktif dan atisipatif dalam menghadapi globalisasi ekonomi, bukannya mengeluh dan mengatakan bahwa kita belum siap menghadapi globalisasi tanpa adanya usaha dan kerja keras. Karena mengeluh bukan merupakan jalan keluar dari suatu ancaman globalisasi.
Keberadaan beberapa koperasi telah dirasakan peran dan manfaatnya bagi masyarakat, walaupun derajat dan intensitasnya berbeda. Setidaknya terdapat tiga tingkat bentuk eksistensi koperasi bagi masyarakat (PSP-IPB, 1999) :
Berikut ini adalah ringkas langkah koperasi untuk menghadapi era-globalisasi

1. Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya dan memenuhi kebutuhan tersebut. Proses untuk menemukan kebutuhan kolektif anggota sifatnya kondisional dan lokal spesifik. Dengan mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan kebutuhan kolektif setiap koperasi berbeda-beda.

2. Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi.

3. Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta transparan.

4. Membagi koperasi menurut beberapa sektor : koperasi produsen atau koperasi yang bergerak di bidang produksi, koperasi konsumen atau koperasi konsumsi, dan koperasi kredit dan jasa keuangan.


5. Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi, pengertian koperasi, nilai-nilai koperasi dan prinsip-prinsip gerakan koperasi harus dijadikan point penting karena hal itu yang mendasari segala aktifitas koperasi. Aparatur pemerintah terutama departemen yang membidangi masalah koperasi perlu pula untuk memahami secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian.

6. Kegiatan koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.

7. Koperasi produksi harus merubah strategi kegiatannya dengan mereorganisasi kembali supaya kompatibel dengan tantangan yang dihadapi.

Harapan dan Kecemasan akan Globalisasi
Globalisasi menggambarkan sebuah proses percepatan interaksi yang luas dalam bidang politik, teknologi, ekonomi, social dan budaya. Dilihat dari kacamata ekonomi, esensi globalisasi pada dasarnya adalah peningkatan interaksi dan integriitas di dalam perekonomian baik di dalam maupun antar Negara yang meliputi aspek-aspek perdagangan, investasi, perpindahan factor-faktor produksi dalam bentuk migrasi tenaga kerja dan penanaman modal asing, keuangan dan perbankan internasional serta arus devisa (Mahmud Toha, 2002).

Peluang dan Tantangan Koperasi Dalam Era Globalisasi
Usaha kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) yang biasanya dianggap tidak penting dan disepelekan justru sebagaian besar dapat eksis dalam menghadapi badai krisis. Sebagai contohnya banyak peluang pasar yang semula tertutup sekarang menjadi terbuka. Contohnya, akibat mahalnya harga obat yang sebagaian besar masih harus diimpor, produsen jamu yang membentuk koperasi mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasarnya. Seandainya globalisasi benar-benar terwujud sesuai dengan terjadinya pasar bebas dan persaingan bebas, maka bukan berarti tamatlah riwayatnya koperasi justru peluang koperasi untuk tetap berperan dalam perekonomian nasional dan internasional terbuka lebar asal koperasi dapat berbenah diri menjadi salah satu pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dibandingkan pelaku ekonomi lainnya

Langkah-langkah Antisipasi Koperasi Dalam Globalisasi
Sektor-sektor usaha kecil di Indonesia perlu diberi kesempatan untuk berperan lebih banyak dalam bidang ekonomi di Indonesia. Keistemewaan koperasi tidak dikenal adanya majikan dan buruh serta tidak ada istilah pemegang saham mayoritas. Semua anggota berposisi sama dengan hak suara sama. Oleh karena itu, apabila aktivitas produksi yang dilakukan koperasi ternyata dapat member laba financial, semua pihak akan turut menikmati laba tersebut. Untuk mengembangkan koperasi masih banyak hal yang perlu dibenahi baik di sisi ubternal maupun eksternal. Di sisi internal dalam tubuh koperasi masih banyak hal-hal yang merugikan. Misalnya yang paling berbahaya adalah penyalahgunaan koperasi sebagai wahana social politik. Parahnya lagi para pengurus koperasi kadangkala merangkap jabatan biropkratis , politis atau jabatan kemasyarakatan sehingga terjadi konflik peran. Konflik yang berlatarbelakang nonkoperasi dapat terbawa ke dalam koperasi sehingga mempengaruhi citra koperasi. Dari sisi eksternal, terdapat semacam ambiguitas pemerintah dalam konteks pengembangan koperasi karena sumber daya dan budidaya lebih dialokasikan untuk mengurangi konflik-konflik social politik, maka agenda ekonomi konkret tidak dapat diwujudkan. Koperasi jadi impoten, dimana fungsi sebagai wahana mobilisasi tidak dan perjuanganperekonomian rakyat kecil tidak berjalan.




A. KEKUATAN

Pertahanan ekonomi Indonesia memang layak mendapat pujian, karena pertumbuhan relatif stabil meski kondisi perekonomian global melesu. ketahanan fiskal di Indonesia yang kuat saat ini membuat stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah krisis global yang menghantam negara-negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia berpotensi sebagai negara pemimpin dunia.  Selain itu, kuatnya fundamental ekonomi tersebut didukung dengan besarnya konsumsi domestik. Kondisi itu dapat menjadi pemikat negara-negara lain untuk terus berinvestasi di Indonesia. "Ini semua membuat Indonesia mempunyai kesempatan untuk terus berkembang, bahkan menjadi salah satu pemimpin dalam pertumbuhan ekonomi dunia, Derasnya investasi asing yang menyerbu ASEAN akan dapat dimanfaatkan Indonesia sebagai negara paling besar di kawasan itu. Indonesia memiliki berbagai sektor unggulan yang masih bisa dikembangkan di hilir ataupun hulu, seperti otomotif, perbankan, telekomunikasi, semen, ritel, jalan tol, perkebunan, kawasan industri, dan properti. Lagipula, Indonesia telah pulih dari krisis ekonomi 1998. Fundamental ekonomi dan politik saat ini telah kuat dan berada di jalur untuk menjadi negara maju. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia berpotensi sebagai negara pemimpin dunia. Terutama, tentang satu hal, karena stabilitas ekonomi dan politik yang baik.

B. KELEMAHAN

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan perekonomian Indonesia ke depan sebenarnya sangat menjanjikan bagi investor baik domestik maupun asing. Namun Kadin melihat masih ada kelemahan perekonomian yang perlu dibenahi.Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia mengatakan, perekonomian Indonesia yang menjanjikan tersebut dibuktikan dengan investasi yang masuk, tingkat konsumsi masyarakat yang berkembang dan dunia usaha yang bergairah."Tapi masih ada beberapa kelemahan struktur ekonomi Indonesia yang perlu dibenahi kini," kata Anindya di Menara Kadin Jakarta, Rabu (6/3/2013).
kelemahan ekonomi Indonesia itu di defisit neraca perdagangan. Saat ini akibat impor yang lebih besar dari ekspor maka hal tersebut membuat neraca perdagangan Indonesia makin defisit. Apalagi impor yang terbesar dari minyak dan gas (migas).
Di sisi lain, menyoroti subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat yang sebenarnya malah tidak tepat sasaran. Saat ini subsidi anggaran BBM malah dinikmati oleh orang kaya.
"Imbasnya, defisit dan tekanan impor migas yang tinggi itu menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah," tambahnya.Imbasnya lagi, anggaran yang sebenarnya untuk infrastruktur malah terabaikan. Dalam beberapa bulan terakhir ini tidak ada perbaikan kebijakan pemerintah sehingga permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah tidak bisa diselesaikan."Akibat struktur fiskal yang lemah seperti ini dan telah mengalami defisit, maka pengeluaran untuk kebutuhan infrastruktur menjadi tidak maksimal," tambahnya.Padahal investor asing saat berniat berinvestasi di Indonesia tentu akan melihat birokrasi hingga sisi infrastrukturnya. Jika tidak bagus, maka investor asing tersebut akan hengkang dari Indonesia.

C. KESEMPATAN

Seperti telah diramalkan secara luas, dewasa ini Indonesia memiliki kemampuan potensial untuk meraih tempat dari posisi ke-17 ke tempat ke-7 di dunia. Demikian pula Indonesia akan mengambil peranan penting pula dalam transformasi dunia. Berkenaan dengan itu, Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang berat dan peluang yang indah. Koeberle menuturkan, Indonesia bisa meningkatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan membuat kebijakan yang tepat. Arus urbanisasi yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja yang berkualitas.

Artinya, dia menjelaskan, pemerintah harus membuka lapangan kerja sebanyak mungkin untuk memberdayakan jumlah angkatan kerja yang makin hari kian meningkat jangan makin hari kian berkurang dan jumbalah pengangguan di Indonesia semakin meningkat.

D.  ANCAMAN

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyebutkan bahwa terdapat tiga ancaman yang berpotensi mengganggu perekonomian nasional yaitu inflasi, peningkatan harga pangan, dan kenaikan harga minyak.
sSaya tidak melihat bahwa ada sesuatu yang mengakibatkan perekonomian kita akan mengalami overheating, namun kita harus mewaspadai ancaman dari tiga hal.

"Sebetulnya tidak. Pertumbuhan kita 6,1 persen kemarin (2010), sekarang (2011) kita set 6,4 persen, dan mungkin outlooknya menjadi 6,6 persen. Itu masih dalam kisaran normal.
Mengenai kemungkinan inflasi yang meningkat,Kondisi itu juga terjadi di negara-negara lain, seperti yang dilaporkan oleh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Dikatakan oleh IMF dan Bank Dunia itu menjadi satu kewaspadaan kita. Inflasi harus kita waspadai terus menerus.
Ia mengemukakan, ancaman lain yang juga diwaspadai adalah kecenderungan meningkatnya harga pangan di pasar internasional akibat perubahan iklim, yang juga akan berdampak kepada Indonesia.

Terkait harga minyak yang meningkat sejak Desember 2010 hingga Maret 2011, rata-rata harga minyak mentah Indonesia sudah mencapai 102 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, padahal asumsi dalam APBN 2011 hanya 80 dolar AS per barel.

"Kita harus mewaspadai juga perkembangan harga minyak, di satu sisi kita kurang begitu beruntung karena tidak bisa memanfaatkan harga yang tinggi karena lifting/produksi kita pun nampaknya tidak akan tercapai.
Pemerintah pesimistis target produksi minyak tahun 2011 mencapai 970.000 barel per hari akan tercapai. Pemerintah harus lebih realistis terhadap target itu karena selama 10 tahun terakhir, target lifting minyak tidak pernah tercapai.

Sementara itu, untuk tahun 2012 pemerintah memperkirakan lifting minyak bisa mencapai kisaran 960 ribu hingga 970 ribu barel per hari. Pemerintah juga melakukan kajian bahwa kemungkinan harga minyak pada tahun 2012 akan mencapai sekitar 90 hingga 95 dolar AS per barel.

Produksi minyak Indonesia pada 2012 diharapkan mulai meningkat dan diharapkan pada 2013 sudah mendekati satu juta barel per hari.
Kita beruntung karena kita mendapat cadangan-cadangan baru dan produksi gas kita terus meningkat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS